KARIMUN – Dua nelayan asal Kabupaten Karimun, Supianto dan Zulkifli, harus bertahan di tengah laut selama sekitar 18 jam setelah kapal mereka mengalami kerusakan mesin dan hanyut hingga ke perairan Malaysia, Minggu (12 April 2026).
Peristiwa itu bermula saat mesin kapal tiba-tiba tidak berfungsi sekitar pukul 01.00 WIB di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Tanpa mesin yang berfungsi, kapal yang mereka tumpangi perlahan terbawa arus. Dalam kondisi tersebut, kedua nelayan tidak memiliki banyak pilihan selain bertahan sambil menunggu bantuan datang.
Situasi di tengah laut yang luas dan terbuka membuat mereka berada dalam kondisi yang tidak pasti, terlebih saat kapal mulai menjauh dari jalur semula.
Seiring berjalannya waktu, kapal terus terbawa arus hingga akhirnya memasuki perairan Kukup, Malaysia.
Perjalanan tanpa kendali ini membuat keduanya harus menghadapi kondisi laut yang berubah-ubah hingga berjam-jam lamanya.
Setelah berjam-jam hanyut, kedua nelayan akhirnya ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB oleh pihak Malaysia.
Koordinasi kemudian dilakukan dengan Satpolairud Polres Karimun untuk proses penjemputan.
Tim gabungan dari Indonesia bergerak menggunakan kapal patroli untuk menjemput korban di perairan Malaysia.
Sekitar pukul 19.40 WIB, kedua nelayan bersama kapal berhasil dibawa kembali ke perairan Indonesia dalam keadaan selamat dan diserahkan kepada keluarga.
Kapolres Karimun, Yunita Stevani, melalui Plt Kasat Polairud, Fedryk S Harahap, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama lintas instansi dan bantuan pihak Malaysia. ***






