Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
TNI

Kunjungi Perbatasan, Brigjen Tagor Petakan Potensi Kerawanan Wilayah

×

Kunjungi Perbatasan, Brigjen Tagor Petakan Potensi Kerawanan Wilayah

Sebarkan artikel ini
Kunjungi Perbatasan, Brigjen Tagor Petakan Potensi Kerawanan Wilayah
Kunjungi Perbatasan, Brigjen Tagor Petakan Potensi Kerawanan Wilayah. (Foto : Ist)

NUNUKAN – Asisten Teritorial Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II, Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, turun langsung ke wilayah perbatasan untuk memetakan potensi kerawanan yang ada di lapangan.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dan wilayah Kalimantan Timur pada 21 hingga 24 April 2026.

Example 300x600

Peninjauan langsung tersebut menjadi langkah penting untuk memperoleh gambaran nyata terkait kondisi keamanan di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Menurut Tagor, pendekatan lapangan diperlukan agar setiap potensi ancaman dapat diidentifikasi secara akurat dan tidak hanya berdasarkan laporan administratif.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga melakukan silaturahmi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, serta masyarakat setempat.

Interaksi ini dimanfaatkan untuk menyerap berbagai informasi serta masukan terkait kondisi wilayah.

β€œKita banyak menerima saran dan masukan, baik dari Forkopimda maupun masyarakat setempat. Hal ini sangat penting untuk mendukung pelaksanaan tugas,” ujar Tagor kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa wilayah perbatasan memiliki karakteristik tersendiri yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan negara.

Selain itu, wilayah kerja Kogabwilhan II yang mencakup banyak provinsi membuat penguatan data teritorial menjadi kebutuhan utama.

Melalui kunjungan ini, pengumpulan data dilakukan secara langsung guna memastikan informasi yang diperoleh sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Tagor menjelaskan bahwa hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah strategis, baik dalam menghadapi potensi konflik maupun dalam penanganan situasi darurat seperti bencana.

Menurutnya, ketepatan dalam membaca kondisi wilayah akan sangat menentukan efektivitas tindakan yang diambil.

Selain fokus pada aspek keamanan, kunjungan ini juga berkaitan dengan upaya sinkronisasi penanganan kebencanaan di wilayah perbatasan.

Hal ini mengingat daerah tersebut memiliki tingkat kerawanan tertentu yang memerlukan koordinasi lintas sektor.

Tagor menambahkan bahwa keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah.

Ia juga menegaskan bahwa Kogabwilhan II tidak hanya berperan dalam operasi militer, tetapi juga dalam menjaga stabilitas dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi.

Dengan adanya pemetaan langsung ini, diharapkan potensi kerawanan di wilayah perbatasan dapat diantisipasi sejak dini.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan nasional di wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara lain. ***