JAKARTA β Pemerintah Indonesia menetapkan empat fokus utama dalam pengembangan investasi akuakultur berkelanjutan. Penegasan ini disampaikan dalam forum internasional di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa investasi akuakultur harus memenuhi prinsip keberlanjutan dan inklusivitas.
Fokus pertama adalah memastikan investasi layak secara ekonomi, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat sosial.
Kedua, pembudidaya skala kecil harus mendapat akses yang adil terhadap pembiayaan, sumber daya, dan pasar.
βNAIPs harus memastikan tidak ada pembudidaya kecil yang tertinggal dalam pengembangan sektor ini,β ujarnya.
Fokus ketiga adalah penguatan kelembagaan dan kebijakan sebagai fondasi investasi jangka panjang.
Sementara keempat, kolaborasi multipihak dinilai penting agar kepentingan semua pihak dapat terakomodasi. ***









