JAKARTA β Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengingatkan risiko besar dalam pengembangan akuakultur tanpa kerangka investasi yang jelas. Pernyataan ini disampaikan dalam forum di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.
Perwakilan FAO, Rajendra Aryal, menyebut Asia sebagai pusat produksi akuakultur dunia.
Ia menilai Indonesia menjadi salah satu pemain utama yang menopang jutaan mata pencaharian.
Namun, menurutnya, peningkatan produksi harus diimbangi dengan perencanaan investasi yang matang.
βTanpa kerangka investasi yang jelas, pengembangan akuakultur berisiko tidak berkelanjutan,β ujarnya.
Ia menambahkan, NAIPs menjadi alat penting untuk menerjemahkan kebijakan menjadi proyek nyata yang berdampak luas. ***









