Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KEPRI

Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Tanjungpinang

×

Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Tanjungpinang

Sebarkan artikel ini
Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Tanjungpinang
Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Tanjungpinang. (Foto : Jlu)

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memimpin langsung upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di halaman Kantor Gubernur Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut digelar pada Senin, 27 April 2026, sebagai bagian dari momentum refleksi atas perjalanan kebijakan desentralisasi di Indonesia.

Example 300x600

Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jajaran pemerintah daerah serta unsur terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam kesempatan itu, Ansar membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Mendagri, otonomi daerah merupakan instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Otonomi daerah adalah instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Ansar.

Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita.”

Tema tersebut menjadi pengingat bahwa otonomi daerah memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Selain itu, dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada sinkronisasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

Karena itu, kolaborasi dan harmonisasi kebijakan dinilai menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Mendagri juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan otonomi daerah.

Di antaranya adalah belum optimalnya integrasi perencanaan dan penganggaran, birokrasi yang belum sepenuhnya berorientasi pada hasil, serta ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat.

Selain itu, ketimpangan akses terhadap layanan dasar dan belum optimalnya kolaborasi antarwilayah juga menjadi perhatian.

Untuk itu, pemerintah daerah didorong terus meningkatkan kualitas layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, dan perlindungan sosial.

Di akhir kegiatan, peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. ***